Unair, Perguruan Tinggi Pertama di Indonesia Kelola Dana Wakaf

53
Tim Pusat Pengelolaan Dana Sosial (Puspas) Unair bertemu dengan pejabat Badan Wakaf Indonesia (BWI) di Jakarta pada Kamis (23/8).

SURABAYA, PENAPRESTASI.COM – Universitas Airlangga kembali membukukan sejarah. BadanWakaf Indonesia (BWI) mengeluarkan surat keputusan persetujuan pengelolaan wakaf kepada Unair, Kamis (23/8) di Jakarta. Lebih tapatnya melalui Pusat Pengelolaan Dana Sosial (Puspas) Unair.Persetujuan tersebut menjadikan Unair sebagai perguruan tinggi pertama sekaligus satu satunya pengelol awakaf.

Badan Wakaf Indonesia (BWI) membacakan keputusan bahwa Unair disetujui menjadi nazhir (pengelola wakaf) melalui Pusat Pengelola Dana Sosial (Puspas) Unair.  Persetujuan tersebut menjadi dasar Unair diizinkan mengelola wakaf dan Puspas sebagai pelaksana.

Ketua Puspas Unair Tika Widiastuti menyatakan, Hari Kamis ini dirinya bersama tim yang meliputi Dr Wisudanto sebagai sekretaris Puspas dan Dr Sulistya selaku kepala Divisi Pengembangan, langsung berangkat ke Jakarta untuk memenuhi undangan Badan Wakaf Indonesia.

“Jadi, kami langsung berangkat hari ini (Kamis) untuk bertemu dengan BWI dan menerima keputusan bersejarah ini. Ketua Umum BWI itu adalah M. Nuh yang juga mantan menteri pendidikan,” ujarnya.

Dengan keputusan ini, maka sah sudahUnair menjadi perguruan tinggi pertama yang disetujui menjadi nazhir wakaf atau pengelola wakaf. Hal yang belum dicapai oleh UI, ITB, UGM ataupun kampus-kampus lain.

Dengan status baru itu, mulai saat ini Unair sudah langsung bisa mengelola dana wakaf yang diterima. Dengan ini Unair sudah bisa menerima donasi cash waqf (wakaf uang).

“Saya berharap target Unair masuk 500 world class university (WCU) dapat di-support dengan dana wakaf.Dengan ditunjang Unair sebagai perguruan tinggi pertama sebagai nazhir/pengelola wakaf semakin bisa dipercaya alumni dan stakeholder lainnya untuk berwakaf ke Unair. Khususnya mendukung pendidikan,” ungkap Tika Widiastuti.(dan)