Telisik Hati Menambah Khazanah Literasi di Kota Santri

2
Ketua Komunitas Wartawan Gresik (KWG) M Syuhud Almanfaluty menunjukkan buku Telisik Hati karya Didik Hendriyono.

GRESIK, PENAPRESTASI.COM – Buku Telisik Hati karya Didik Hendriyono, seorang wartawan senior di Kabupaten Gresik, menambah kazanah literasi keilmuan di Kota Pudak. Buku setebal 72 halaman yang diterbitkan oleh Mitra Karya hingga saat ini sudah terjual 500 ekslempar.

Didik Hendriyono mengatakan, buku yang merupakan karya pertamanya itu membawa pesan moral agar pembaca selalu bersyukur dalam kondisi apapun. Buku yang mengusung tema realitas kehidupan tersebut laku keras dan banyak diburu masyarakat Gresik, khususnya pegiat literasi.

“Cetakan pertama sebanyak 500 eksemplar sudah ludes berpindah ke tangan para pembacanya. Untuk cetakan kedua, kini tinggal beberapa eksemplar saja dan itupun sudah dipesan orang,” kata Didik, Senin (24/12).

Ketika disinggung terkait hal mendasar yang ingin disampaikan ke pembaca, mantan dosen di sejumlah perguruan tinggi ini mengajak para pembaca agar tetap bersyukur, meski cobaan dan ujian terus menggempur.

“Sedahsyat apapun cobaan dan ujian yang menimpa kita, jangan sampai membuat diri kita gelisah, putus asa, apalagi gelap mata,” pesannya.

“Yakinlah, di balik cobaan bertubi-tubi, di balik ujian mendera tanpa henti, Allah telah mempersiapkan yang terbaik untuk kita. Percayalah, cobaan dan ujian yang terus mengalir adalah gelombang takdir sebagai wujud betapa Allah sangat mencintai hamba-Nya,” sambung Didik.

Mantan ketua Komunitas Wartawan Gresik (KWG) itu menyebut, selain diburu para pegiat literasi serta masyarakat umum, buku Telisik Hati juga diminati banyak pejabat di Kota Pudak. Di antaranya bupati, wabup, dan sekda.

Selait itu, ketua DPRD, kapolres, maupun dandim, seluruh wartawan Gresik, kepala OPD, anggota DPRD, caleg, KPUD, Bawaslu, ketua parpol, tomas, toga, LSM, pengusaha, serta guru juga menikmati buku tersebut. “Bahkan santri, seniman, budayawan, PKL. serta lapisan masyarakat lainnya. Allahumma berkah, barokah, dan manfaat untuk semuanya,” paparnya.

Soal buku Telisik Hati, Didik mengungkapkan tidak hanya menjadi koleksi Perpustakaan Daerah (Perpusda) Kabupaten Gresik, tetapi kini juga telah menjadi penghuni Perpusnas RI. “Juga termasuk salah satu dari 2,6 juta lebih koleksi buku yang ada di Gedung Perpusnas RI,” pungkas Didik Bersyukur.(dan)