Santri Harus Bisa Manfaatkan Perkembangan Teknologi Informasi

63
KRT Noor Wahyudi Hadinagoro KH Ahmad Sugeng Utomo, Gun Gun Siwadi, bersama pengasuh PP, Polsek, dan ustad.

POLLING | Sistem Pendidikan Manakah Yang Anda Suka ?

SAMPANG, PENAPRESTASI.COM – Majelis Pesantren Indonesia dan Kementerian Kominfo Bidang Badan Asesibilitas Komunikasi Teknologi Informasi (BAKTI) kembali melanjutkan roadshow-nya untuk menyosialisasikan pemanfaatan teknologi informasi.

Setelah sosialisasi pertama digelar di Bangkalan Rabu (14/11) kemarin, kali ini sosialisasi digelar di Kabupaten Sampang, Kamis (15/11). Bertempat di Pondok Pesantren Raudhatul Ulum Arrohmaniya Jl. Abdul Qohir Dusun Pramian, Desa Taman, Kecamatan Sreseh, sosialisasi ini dihadiri ratusan santri dan santriwati.

Di hadapan para santri, Gun Gun Siswandi selaku staf ahli Kominfo memaparkan tentang era digitalisasi yang sudah tidak dibendung lagi. “Pengguna internet di Indonesia saat ini sudah 143 juta, dan hampir 100 juta atau 83 persen di antaranya pengguna medsos,” terangnya.

Ia mengajak para santri untuk memanfaatkan pesatnya perkembangan teknologi dengan hal-hal yang positif, terutama dalam penggunaan medsos. “Santri harus dapat meng-upload informasi yang positif yang dapat memberikan nilai tambah, jangan sebaliknya. Hati-hati juga dengan berita yang mengandung hate speech, ujaran kebencian, dan hoax,” pesan Gun Gun Siwandi

Menurutnya, sosialisasi ini sengaja digelar di 122 kabupaten tertinggal di seluruh Indonesia. Khususnya kabupaten tertinggal dari Sabang sampai Merauke, termasuk di Kabupaten  Sampang dan Bangkalan. “Setelah ini baru ke Situbondo dan Bondowoso,” ujar Gun Gun.

Sementara Ketua Majelis Santri Indonesia KH Ahmad Sugeng Utomo menambahkan bahwa tujuan sosialisasi ini untuk mengajak menjadi entrepreneur. “Harapannya, kabupaten tertinggal, terdalam, dan terluar bisa keluar dari zona merah,” tandasnya.

Sedangkan KRT Noorwahyudi Hadinagoro sebagai konsultan santripreneur mencontohkan berbagai bisnis yang bisa digeluti anak muda (milenial), khususnya di Madura. Sebut saja bisnis sate, besi tua, potong rambut, Tinggal lebih fokus dan dimanaj lebih profesional,” ungkap Noor Wahyudi

Sementara Ketua Harian PP Raudhatul Ulum Arrohmaniya Ustad Abdus Syakur berterima kasih atas pemilihan ponpesnya sebagai lokasi sosialisasi.(dan)