Jasa Raharja Fasilitasi Balik Gratis dengan Kereta Api

23
Kepala Divisi Akuntansi Jasa Raharja Gede Mardiasa sesaat sebelum memberangkatkan peserta balik gratis dengan KA.

POLLING | Sistem Pendidikan Manakah Yang Anda Suka ?

MALANG, PENAPRESTASI.COM – Sebanyak 608 orang peserta balik gratis persembahan PT Jasa Raharja (Persero) rute Malang-Jakarta diberangkatkan dari Stasiun Kota Baru Malang secara simbolis oleh Kepala Divisi Akuntansi Jasa Raharja Gede Mardiasa. Dia didampingi Kepala Jasa Raharja  Jatim Suhadi serta Kepala Jasa Raharja Malang Zul Effendi, Minggu (24/6) malam.

Gede mengatakan, balik gratis sudah berlangsung dari kemarin, yakni di Stasiun Solo dengan dua rangkaian gerbong KA, satunya lagi di Stasiun Surabaya 1 rangkaian gerbong. Dan terakhir, di Stasiun Kota Baru Malang 1 rangkaian gerbong KA.

“Total keseluruhan peserta balik gratis Jasa Raharja, jika dihitung terdapat 2500 orang. Mudik gratis sendiri didapatkan setelah daftar online di website pada bulan April 2018 lalu yang disediakan PT. Jasa Raharja (Persero),” kata Gede.

Tujuan fasilitas balik gratis tidak lain mengurangi atau menekan angka kecelakaan di jalan. “Kita prioritaskan bagi pemudik pengguna transportasi roda dua. Karena sangat rentan dan tidak layak buat perjalanan jauh,” beber Gede.

Menurut Gede, balik gratis tahun 2018 ini yang keempat kalinya, sejak digulirkan pada tahun 2015 lalu. “Tiap tahunnya mengalami peningkatan sekitar 15 sampai 20 persen,” tandasnya.

Kami pun terus melakukan evaluasi dan peningkatan untuk program balik gratis. “Karena peminatnya lumayan besar,” tambahnya.

Kafrudin (50), pekerja di kontraktor, bersama istrinya Siti Solicha (47) dan kedua anaknya habis mudik dari Banyuwangi menuturkan, ia rutin mengikuti program mudik gratis dari PT. Jasa Raharja (Persero).

Menurutnya, sangat membantu, mempermudah sekaligus meringankan ongkos. “Setidaknya Rp 3-4 juta untuk perjalanan PP bisa dihemat,” tuturnya.

Dia berharap, ke depannya bisa ada evaluasi terus. “Pelaksanaan balik gratisnya tidak terlalu mepet waktunya, baik di saat mudik maupun arus baliknya, mesti ada kelonggaran waktunya,” pungkas Kafrudin.(dan)