Guru Ekonomi Mendapat Literasi Perencanaan Keuangan

66
Kegiatan literasi keuangan yang diselenggarakan oleh PT Bhinneka Life Indonesia (Bhinneka Life) bekerja sama dengan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Kediri di SMAN 3 Kediri, Jawa Timur.

KEDIRI, PENAPRESTASI.COM – Puluhan guru mata pelajaran ekonomi tingkat SMA di Kediri mendapatkan literasi tentang perencanaan keuangan yang diselenggarakan oleh PT Bhinneka Life Indonesia (Bhinneka Life) bekerja sama dengan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Kediri.

“Kami sangat mendukung program OJK untuk meningkatkan literasi keuangan bagi guru SMA. Kegiatan ini merupakan bentuk kepedulian sosial. Sebagai pendidik masa depan, guru memiliki peran penting,” Chief Agency Officer PT Bhinneka Life Indonesia Sudarwo ditemui di sela-sela acara yang digelar di SMAN 3 Kota Kediri, Minggu (2/12).

Partisipasi guru ekonomi merupakan langkah strategis dalam mempercepat pemahaman masyarakat terhadap literasi perencanaan keuangan. Pihaknya mengungkapkan perusahaan juga melakukan inisiatif agar masyarakat semakin mengetahui dan mengerti tentang asuransi sebagai bagian dari mempersipakan dan menyusun rencana keuangan yang lebih baik. Selain itu, dengan asuransi turut serta membantu warga dalam mengambil keputusan dengan lebih baik.

Meningkatnya kesadaran masyarakat berasuransi, kata dia, merupakan salah satu indikasi pemahaman masyarakat terhadap perencanaan keuangan. Diharapkan dengan menyebarluaskan materi literasi kepada para guru ini, bisa turut disebarkan pada para muridnya, sehingga murid juga memiliki pemahaman mengenai pengelolaan keuangan yang baik dan terencana.

Sementara itu, Kepala Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Kediri Slamet Wibowo memberi apresiasi dengan kegiatan ini. Pemberian literasi keuangan pada para guru ekonomi ini tentunya bisa sangat bermanfaat.

“Anak-anak yang merupakan generasi milenial sangat perlu mengetahui perencanaan keuangan. Terlebih di tengah kompetisi global dan inovasi produk serta jasa keuangan yang berkembang pesat. Guru memiliki peran sangat penting dalam memberikan pemahaman sejak dini kepada murid,” kata dia.

Slamet juga mengatakan, dengan memiliki literasi perencanaan keuangan, masyarakat mampu mengelola keuangan menjadi lebih baik, sehingga masa depan anak-anak juga menjadi lebih terjamin.

Hingga 2017, OJK mencatat bahwa indeks literasi asuransi di Indonesia baru mencapai 15,76 persen turun dari survei tahun 2013 yang berada di angka 17,84 persen. Hal ini juga diduga karena rendahnya tingkat literasi yang bisa berdampak pada masih banyaknya warga Indonesia yang belum terlindungi asuransi.

Sementara itu, menurut data Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia (AAJI), dari total penduduk Indonesia sekitar 255 juta jiwa, baru sekitar 7,5 persen masyarakat yang memiliki asuransi.

Kediri juga dinilai kota yang berkembang. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) Jatim, Kediri memiliki potensi perekonomian yang sangat tinggi. Dengan data populasi sekitar 300 ribu orang, pada 2017 pertumbuhan ekonomi Kediri melampaui pertumbuhan rata-rata nasional, mencapai 5,5 persen, lebih tinggi dari pertumbuhan nasional yang berada di angka 5,15 persen.

Kegiatan yang diselenggarakan PT Bhinneka Life Indonesia tersebut selain menggandeng OJK Kediri juga melibatkan Asosiasi Guru Ekonomi Indonesia (AGEI) Tingkat SMA Provinsi Jatim. Sebelumnya kegiatan serupa dilakukan di Yogyakarta, Bukittingi, Surabaya, Bandung. Setelah dari Kediri, kegiatan literasi perencanaan keuangan juga akan digelar di Semarang.(dan)