BPBD Pacitan Tegaskan Tak Ada Bencana Seperti Tahun Lalu

57
Kasi Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Pacitan Dianita (tengah) saat memberikan sosialisasi di Desa Klesem, Kecamatan Kebonagung.

PACITAN, PENAPRESTASI.COM – Dua hari lagi, masyarakat Pacitan akan diingatkan kembali peristiwa bencana banjir bandang dan tanah longsor yang menewaskan belasan warga serta memporak-porandakan ribuan permukiman. Terkait hal tersebut, BPBD setempat memastikan tidak adanya bencana serupa yang akan terjadi tahun ini. Meski begitu, semua tak lepas dari kehendak yang diatas.

Pernyataan tersebut seperti disampaikan Kasie Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Pacitan Dianita, Senin (26/11).

“Insya Allah merunut rilis BMKG, di Pacitan tidak akan terjadi curah hujan seperti tahun lalu. Meski pada Desember dan Januari nanti intensitas hujan terbilang meningkat,” ujarnya.

Menurut Dianita, tingginya curah hujan pada November tahun 2017 lalu, lantaran dipicu kemunculan Siklon Cempaka. Kondisi inilah yang menyebabkan curah hujan terjadi diluar batas normal.

“Masyarakat kami imbau jangan panik maupun was-was. Namun tetap meningktkan kewaspadaan saat intensitas hujan berlangsung sangat tinggi utamanya pada bulan Desember hingga Maret mendatang. Jangan mudah terhasut oleh pemberitaaan-pemberitaan hoax. Namun percayakan pada sumber dari instansi resmi pemerintah. Seperti rilis BMKG ataupun BPBD,” jelas dia.

Yang perlu diwaspadai, lanjut Dianita, yaitu kemungkinan terjadinya bencana tanah longsor. Sebab, hampir selama 11 bulan ini musim kemarau banyak menyebabkan tanah retak-retak. Kondisi inilah yang menjadi pemicu utama terjadinya tanah longsor saat kemasukan air hujan.

“Kami banyak mengimbau kepada warga, agar menutup retakan-retakan itu dengan tanah. Sehingga saat turun hujan, lubang-lubang pada tanah akan tertutup,” katanya.

Hal ini bisa meminimalisir terjadinya longsor. Sebab, hampir sebagian karakter tanah di Pacitan merupakan tanah litosol atau berlempung serta tanah kars. Ini yang perlu diwaspadai.

Sementara itu, mengenai tingginya intensitas hujan, pihaknya juga mengimbau seandainya terjadi hujan dalam waktu enam jam berturut-turut, agar sesegera mungkin mencari tempat yang lebih aman.(dan)