BPBD Jawa Timur akan Rangkul Semua Relawan

173
Para peserta Workshop Penyusunan Prinsip dan Mekanisme Kerja SRPB Jawa Timur berpose bersama.

SURABAYA, PENAPRESTASI.COM – Potensi relawan yang cukup besar saat bencana alam terjadi, perlu mendapat perhatian. Mereka menjadi unsur terdepan dalam penanganan bencana yang kerap terjadi di beberapa daerah di Indonesia.

Melihat potensi inilah, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jawa Timur akan merangkul semua potensi relawan yang ada. Hal ini diungkapkan Kepala Pelaksana BPBD Jawa Timur Subhan Wahyudiono ketika memberikan sambutan dalam Workshop Penyusunan Prinsip dan Mekanisme Kerja Sekretariat Bersama Relawan Penanggulangan Bencana (SRPB) Jawa Timur. Workshop ini diadakan di Hotel Santika Premier, Gubeng, Surabaya, mulai 21-23 November 2018.

“Kami ingin merangkul semua relawan agar ikut gabung bersama. Kami ingin mengimplementasikan segitiga biru,” ungkap Subhan, Rabu (21/11) malam. Potensi dan kemampuan relawan juga akan diberdayakan semaksimal mungkin dalam setiap kegiatan atau pelibatan penanggulangan dan penanganan bencana.

Salah satu bentuk implementasinya adalah akan mengadakan pertemuan dengan para relawan setiap triwulan atau semester. “Selain itu, tahun depan juga sudah dianggarkan untuk mengadakan jambore relawan,” tukasnya.

Dia juga menaruh apresiasi tinggi kepada SRBI Jawa Timur yang menjadi koordinator organisasi relawan bencana satu-satunya di Indonesia. “Setiap ada orang pusat yang datang ke BPBD Jawa Timur selalu tanya dan ingin mencontoh SRPB Jawa Timur,” katanya.

mantan Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Mayjen (Purn) Prof. Dr. Syamsul Maarif saat memberikan materi.

Dalam workshop ini, mantan Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Mayjen (Purn) Prof. Dr. Syamsul Maarif turut memberikan materi. Menurut ketua BNPB periode 2008-2015, selama ini ketika bencana alam terjadi, banyak pihak yang saling tuding dan menyalahkan. Meski prosedur tetap (protap) telah dibuat, namun dalam pelaksanaan di lapangan terkadang melenceng atau berbeda dari aturan yang telah ditetapkan. Dampaknya, ada beberapa pihak yang kemudian saling menyalahkan, mencari kelemahan, hingga berujung penanganan bencana alam kurang terurus.

“Jangan ada yang saling menyalahkan. There is no perfect game,” ungkap pria yang pernah menjabat Kasdam V Brawijaya ini. Ia juga menyatakan, saat ini yang penting adalah bagaimana mengelola bencana. Pasalnya, selama ini pengelolaan manajemen bencana terkadang masih sulit penerapannya di lapangan. Ia berharap workshop kali ini bisa menambah wawasan para relawan.

Sementara, Ketua SRPB Jawa Timur Diah Harmuningsih mengungkapkan, setiap waktu organisasi relawan yang bergabung dengan SRPB Jawa Timur bertambah. Data terakhir saat ini ada 141 organisasi relawan yang telah bergabung dengan SRPB Jawa Timur.

“Kami juga terus menggelar Arisan Ilmu Nol Rupiah untuk meningkatkan kapasitas dan kapabilitas relawan,” ucap wanita yang aktif di kegiatan Pramuka ini. Setidaknya sudah ada 17 kali kegiatan Arisan Ilmu Nol Rupah yang telah diselenggarakan.

Workshop  Penyusunan Prinsip dan Mekanisme Kerja SRPB Jawa Timur ini juga menghadirkan beberapa narasumber dari Mercy Corps Indonesia.(dan)