Batu Bata Made in Lumpur Lapindo Dibuat Lagi

64
Batu bata dari lumpur Lapindo memiliki kekuatan lebih.

SIDOARJO, PENAPRESTASI.COM – Semburan lumpur Lapindo di Sidoarjo memang membawa petaka bagi warga di sekitarnya. Namun di sisi lain, lumpur tersebut ternyata memiliki potensi bagi masyarakat.

Setelah melalui berbagai proses analisa dan uji coba, lumpur Lapindo diketahui dapat dimanfaatkan untuk membuat beragam bahan bangunan seperti conblock, paving block, dan batu bata.

Inovasi ini dikembangkan oleh Pusat Pengendalian Lumpur Sidoarjo (PPLS) bekerja sama dengan Ikatan Ahli Geologi Jatim. Salah satu yang menjadi percontohan adalah batu bata.

Sebelumnya batu bata dari Lumpur Lapindo sudah pernah dibuat namun karena masih dicampur dengan abu sekam padi, maka hasilnya kurang memuaskan. Sebab, batu bata yang dihasilkan mudah pecah saat dipanaskan.

Namun kali ini, lumpur yang lembek dicampur dengan residu pengolahan kertas. Komposisinya 50-50 persen lalu diproses lewat mesin untuk hasil yang maksimal.

“Dari hasil ini batu bata mempunyai keunggulan, yakni yang pertama lebih ringan. Yang kedua kuat menerima tekanan dan proses pembakaran lebih singkat sehingga menghemat anggaran,” kata Handoko Teguh Widodo, ketua Ikatan Ahli Geologi Jawa Timur di bengkel kerja PPLS di Desa Mindi, Kecamatan Porong, Rabu (15/8).

Selain itu, lumpur ini dapat dicampur dengan bahan lain untuk dijadikan tembikar. “Kita juga akan mencampur dengan bahan alternatif lain untuk barang seperti keramik, paving blok dan ornamen-ornamen yang bahan dasarnya lumpur,” tambah Handoko. Dia pun mengajak sejumlah warga di sekitar Lumpur Lapindo untuk dilatih membuat batu bata dari lumpur.

Terkait kegiatan ini, Humas PPLS Hengki Listria Adi berharap program pelatihan ini dapat digunakan untuk memberdayakan masyarakat korban lumpur Lapindo.

“Kita berharap program ini bisa berkelanjutan sehingga bisa membentuk usaha koperasi untuk pemberdayaan masyarakat di wilayah Porong sendiri,” ujar Hengki dalam kesempatan yang sama.(dan)